Sebelum Digorok, Cewek Cantik Ini Sempat Layani 6 Pria

pondoknews.com –

Misteri kematian tragis Dwi Farica Lestari, cewek asal Subang, Jawa Barat, yang ditemukan tewas dengan luka sayatan di leher di Homestay Thalia yang berada di Jalan Tukad Batanghari, Kelurahan Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali, pada Sabtu dini hari, 16 Januari 2021 lalu, semakin tersingkap.

Belakangan terungkap, bahwa sebelum dibunuh, Dwi sempat melayani enam pria di kamar kosnya. Salah satunya adalah pria yang diduga membunuhnya. 

Fakta tersebut terungkap dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi oleh pihak Sat Reskrim Polresta Denpasar.

Dwi memberikan jasa layanan seksual kepada enam pria tersebut, yang diduga memesannya lewat aplikasi MiChat.

Selain itu, dari hasil penyelidikan, diketahui pula bahwa Dwi baru dua hari menginap di indekos elite tersebut. Sehari ia menumpang di kamar temannya, dan sehari lagi ia mulai menyewa kamar sendiri.

Ketika jasadnya diantar ambulans di kediamannya di Subang, ibu Farica menangis histeris, bahkan sebelum melihat kondisi jasadnya. 

Pihak kepolisian dari Satreskrim Polresta Denpasar juga menemukan sejumlah alat bukti yang mengarah ke dugaan pembunuhan. Antara lain pisau lipat yang masih berdarah, helm ojek online warna hijau, dan jaket yang diduga milik pelaku yang tertinggal di kamar korban.

Menurut Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Anom Danujaya, perempuan kelahiran Subang, 24 April 1997 itu diduga dibunuh.

“Setelah kita (kami) lakukan pengecekan memang benar ada korban wanita dalam kondisi meninggal dunia. Dari pihak kepolisian sudah melakukan olah TKP selama 3 jam,” ujarnya.

Dari rekaman CCTV di lokasi kejadian, terlihat seorang pria mengenakan helm ojek online sedang berjalan naik ke lantai 2 penginapan tersebut.

Pria itu memakai kaos merah lengan panjang dan celana ponggol warna biru gelap. 

“Dari olah TKP sementara, ditemukan darah, kami menduga telah terjadi tindak pidana pembunuhan,” katanya pula.

Seperti diberitakan sebelumnya, Homestay Thalia, tempat Dwi ditemukan tewas, juga dibuka sebagai indekos elite. Dwi menginap di kamar nomor 1. 

Menurut seorang temannya yang bernama Dianti (22 tahun), sebelum ditemukan tewas, Dwi sempat makan di kamar Dianti pada pukul 01.00 WITA.

“Sehabis makan, dia (Dwi) kembali ke kamarnya,” kata temannya itu.

Temannya itu mengaku sempat mendengar suara teriakan dari arah kamar Dwi. Ia juga mendengar suara perkelahian dari kamar Dwi.

Bermaksud tak mau ikut campur, temannya itu hanya sekadar mengirim pesan melalui WhatsApp untuk menanyakan apa yang terjadi. Akan tetapi, pesan tersebut tak berbalas.

Karena khawatir ada sesuatu yang tidak beres, temannya itu kemudian mencoba menelepon, namun tidak diangkat.

Karena tak berani memastikan sendiri, temannya itu lantas menghubungi pemilik penginapan untuk memeriksa apa yang terjadi di kamar Dwi bersama-sama.

Bersama si pemilik penginapan, temannya itu kemudian mengetuk kamar Dwi berkali-kali, namun tak ada sahutan.

Karena tak ada sahutan dan kamar tiba-tiba senyap, pemilik kos kemudian berinisiatif mengintip dari belakang kamar.

Ketika itulah, diketahui kalau Dwi sudah tergeletak di lantai dan berlumuran darah.

Wanita cantik ditemukan tewas di sebuah indekos elite di Denpasar Bali. (Facebook Kabar Dewata)

Panik dan takut atas apa yang disaksikannya, pemilik penginapan kemudian membangunkan semua penghuni untuk mendobrak pintu kamar Dwi yang terkunci dari dalam.

Mereka semua pun terperanjat bukan kepalang mendapati kondisi Dwi yang sudah tidak bernyawa, sementara pelaku sudah melarikan diri. (Sumber: indozone)

Tinggalkan Balasan