Ketua DPRD Harap RSUD Kotamobagu Beri Pelayanan Maksimal untuk Masyarakat

KOTAMOBAGU,pondoknews.com – Ketua DPRD Kotamobagu, Meiddy Makalalag, ST berharap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotamobagu tetap memberikan pelayanan yang maksimal untuk masyarakat.

Hal ini disampaikan Meiddy, Selasa (26/10/2021), ketika Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD bersama Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) Rumah Sakit Kotamobagu, diruangan Banmus DPRD.

Meiddy mengatakan, jika kedepan rumah sakit Kotamobagu  bisa menjadi salah satu ikon untuk Kotamobagu, bila infrastruktur pendukung medis dan pelayanan pasien bisa dimaksimalkan.

“Kita tahu sendiri tidak sedikit anggaran yang digelontorkan Pemkot untuk kemajuan RSUD Pobundayan mulai dari segi infrastruktur dan sebagainya. Agar masyarakat Kota Kotamobagu  bahkan daerah-daerah tetangga bisa merasakan pelayanaan kesehatan yang maksimal. Namun, hal itu juga harus berbarengan dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkerja di lingkungan rumah sakit dalam hal ini tenaga medis agar bisa memberikan pelayanan prima kepada masyarkat,”ucapnya.

Meiddy sangat mensuport pengadaan serta peningkatan SDM yang ada di RSUD Pobundayan. Agar pihak rumah sakit menggaungkan soal pelayanan prima dapat dipercaya sekaligus menjadi kunci kesehatan masyarakat Kotamobagu.

“Pihak rumah sakit jangan tanggung-tanggung meminta kepada pemerintah bilamana kekurangan tenaga ahli sesuai kebutuhan rumah sakit.  Berapapun biayanya yang penting demi pelayanan tetap maksimal. Itu juga bisa membuka  lapangan pekerjaan bagi para adik-adik kita yang saat ini sedang sekolah dibidang kesehatan.  Kedepan para generasi muda ini tetap mengabdi di tanah kelahiranya sendiri dan tidak mesti keluar jauh untuk mencari pekerjaan. Karena saya juga sadar betul bahwa pekerjaan dari tenaga kesehatan sangat tidak gampang bila bukan ahlinya,”tandasnya.

Sementara itu,Kepala bagian umum rumah sakit Tofan Wahyudi Simbala menanggapi positif masukan,kritik dan saran yang diberikan DPRD Kotamobagu.

“Soal SDM,untuk kebutuhan dokter umum kita sudah terpenuhi,yang mereka maksud adalah dokter residen,dokter residen ini adalah dokter yang penyelesaian akhir untuk dokter spesialis. Namun,ada sedikit kendala soal pengadaan dokter residen karena kita harus ada MoU dengan mereka biasanya di rumah sakit pendidikan biasanya di rumah sakit Prof Kandouw dan di RSUD Pobundayan belum bisa di datangkan dokter residen karena bukan rumah sakit pendidikan. Tapi siapa tahu  ada jalan lain yang bisa kita lakukan membuat kesepakatan dengan mereka,”tandasnya.(don)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *