Juara Dua Lomba Inovasi, Ini Wanita Pencetus ‘ TAKINNAMI’ di Boltim

BOLTIM, pondoknews.com – Fitria Dakotalot, salah satu pemenang dengan juara dua lomba Inovasi Daerah yang digelar oleh Badan Perencanaan dan Penelitian Pengembangan Pembangunan (Bapelitbangda) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) lewat acara Boltim Innovation Government (BIG) Inovasi Daerah.

Fitria, mengembangkan inovasi Tabungan Komunitas Perempuan dan Emak-emak Pesisir (TAKINNAMI) di Kecamatan Nuangan Kabupaten Boltim ini berawal dari keinginan untuk membantu Ibu-Ibu pesisir yang ingin menabung sisa dari hasil perbelanjaan dapur untuk kebutuhan jangka panjang yang membutuhkan dana lebih seperti pembayaran iuran sekolah anak dan persiapan untuk menyambut bulan Ramadhan serta Hari Raya Idul Fitri.

“Awalnya ide ini muncul ketika melakukan diskusi dengan ibu-ibu rumah tangga dan perempuan pesisir yang khawatir karena mempunyai penghasilan minimum tetapi ingin menabung untuk kebutuhan sekolah anak dan Idul Fitri,” ungkap Fitria.

Keinginan komunitas tersebut disadari oleh Fitria sebagai peluang pemberdayaan, namun akses dan fasilitas perbankan tidak ada karena agak jauh dari Ibu Kota Kabupaten maka di kumpulkanlah para Ibu dan perempuan pesisir tersebut untuk memberdayakan mereka dengan memanfaatkan penghasilan kecil tersebut jadi tabungan komunitas.

Komunitas Ibu dan perempuan pesisir ini terbentuk dengan kerjasama yang baik dan sudah berjalan selama tiga bulan di Desa Iyok, Kecamatan Nuangan.

Para peserta komunitas tersebut kini terdata sudah 43 orang nasabah yang menginvestasikan uang mereka pada Inovasi TAKINNAMI tersebut dan kini telah mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Boltim.

Pada perayaan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2021 kemarin, Fitria mendapatkan sertifikat penghargaan, piala serta uang pembinaan dari Pemerintah Kabupaten Boltim karena prestasinya tersebut. Hadiah serta penghargaan diberikan langsung oleh Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto.

Fitria sendiri merupakan aktivis pergerakan perempuan yang bisa mengorganisir masyarakat, alumni Universitas Dumoga Kotamobagu, Fakultas Kehutanan. Selama kuliah pernah menjabat sebagai Ketua Korps Perempuan PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Cabang Bolaang Mongondow, Selesai studi mencalonkan diri sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Boltim Pada periode lalu namun belum terpilih, kemudian menjadi Pendamping Desa di Kementerian Desa.

Kini Fitria Dakotalot, selain menjadi ibu rumah tangga juga seorang entepreneur muda dan terus mengabdikan dirinya menjadi aktivis perempuan salah satu badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) yaitu sebagai Sekretaris Fatayat NU Kabupaten Boltim. (rif)

Tinggalkan Balasan