Ini Nama Vaksin yang Digunakan di Mocil Hingga Bilalang I

KOTAMOBAGU, pondoknews.com – Dalam rangka memutus mata rantai penularan virus Covid – 19, Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu, melakukan penyuntikan vaksin kepada warga umur 18 tahun ke atas.

Program vaksinasi yang digelar Pemkot Kotamobagu, Rabu (23/06/2021), di Kelurahan Motoboi Kecil, Kelurahan Gogagoman, Desa Bilalang I dan Desa Upai, menggunakan vaksin AstraZeneca.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotamobagu, dr Tanty Korompot, MM.Kes ketika dihubungi Wartawan pondoknews.com Rabu (23/06/2021), membenarkan jika pihaknya menggunakan vaksin AstraZeneca. “Vaksin AZ ( AstraZeneca,red) yang digunakan,” kata Tanty.

Dikatakan Tanty, Puskesmas bersama pemerintah Kelurahan dan Desa turut melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar ikut divaksin guna pembentukan dayatahan tubuh agar tidak mudah terjangkit virus Covid – 19. “Penyuluhan oleh penyuluh dilakukan diwilayah Puskesmas yang ada di Kotamobagu,” ujar Tanty.

Tanty menambahkan, untuk menjalankan program vaksinasi, Pemkot Kotamobagu telah menyediakan sekitar 2400 dosis. “Dosis yang siap 2400,” ucapnya.

Diketahui, vaksin AstraZeneca merupakan,  hasil kerjasama Universitas Oxford dan perusahaan farmasi di Inggris, yaitu AztraZeneca. Vaksin ini mengandung virus hasil rekayasa genetika (viral vector) dari virus flu biasa yang tidak berbahaya.

Vaksin  AstraZeneca bekerja dengan cara merangsang tubuh untuk membentuk antibodi yang dapat melawan infeksi virus SARS-CoV-2. Setelah melalui beberapa fase uji klinis, disimpulkan bahwa efektifitas vaksin AstraZeneca untuk melawan penyakit Covid-19 mencapai 63–75 persen.

Vaksin AstraZeneca sudah lulus uji klinis dan dinyatakan aman. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menerbitkan izin penggunaan darurat untuk vaksin AstraZeneca dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun sudah mengeluarkan fatwa bahwa vaksin ini halal untuk digunakan. Demikian dikutip Media ini dari laman alodokter.com.

European Medicines Agency (EMA) dan WHO  menyebutkan bahwa manfaat dari vaksin AstraZeneca untuk mencegah Covid-19 masih lebih besar daripada risiko efek sampingnya. Jadi, meski tetap perlu waspada terhadap terjadinya efek samping. Tapi masyarakat agar  tidak menolak vaksin Covid-19, termasuk vaksin AstraZeneca. (idr)

Tinggalkan Balasan