oleh

Disuntik Vaksin Covid-19, Tak Menjamin Orang Bebas dari Virus Corona

-Nasional, News-20 Dilihat

JAKARTA, pondoknews.com -Belakangan ini marak diperbincangkan mengenai penyuntikan vaksin yang wajib dan akan segera dilakukan di Indonesia.

Namun, tahukah kamu? Meski vaksin Sinovac digunakan, hal itu tidak serta merta memberikan perlindungan 100 persen dari penularan Virus Corona.

Ketua Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Sri Rezeki Hadinegoro, mengatakan, seseorang yang sudah disuntik vaksin COVID-19 tetap memiliki potensi tertular SARS-CoV-2 atau Virus Corona.

Tapi vaksin tetap bermanfaat untuk mencegah dirinya mengalami gejala yang lebih berat.

Sama seperti kalau disuntik BCG tetapi anaknya sudah suntik kok masih kena TBC, karena bapaknya ngelonin terus setiap malam. Namun, anak ini tidak menjadi TBC berat,” kata Sri Rezeki dalam konferensi pers dari BPOM pada Senin (11/1/2021).

Menurut Iris Rengganis, Ketua Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia dalam kesempatan yang sama, jangan sampai seseorang merasa aman apabila sudah mendapatkan suntikan dosis pertama vaksin COVID-19.

Iris mengatakan bahwa untuk benar-benar membentuk perlindungan yang maksimal, dibutuhkan dua kali penyuntikkan vaksin.

“Sementara menunggu dua minggu, 3M harus tetap kita pakai, sama 3T. Jangan sampai ada miskomunikasi.”

Sri Rezeki juga menegaskan bahwa meski telah mendapatkan dua kali suntik vaksin, penerapan protokol kesehatan demi mencegah terinfeksi virus corona tetap harus dilakukan.

“Setelah kita disuntik dua kali, itu kita tidak langsung tinggi antibodinya. Kita perlu waktu untuk meningkatkan antibodi,” kata Sri Rezeki.

Ia menjelaskan, setelah dua kali penyuntikkan, dibutuhkan waktu hingga 14 hari sampai satu bulan agar antibodi yang timbul benar-benar maksimal. Di antara waktu-waktu tersebut, seseorang masih tetap rentan terinfeksi virus corona (Sumber: indozone.id)

Komentar

Tinggalkan Balasan