Disdakop Kotamobagu Beber Jumlah Koperasi Yang Sudah Kantongi NIK

KOTAMOBAGU, pondoknews.com – Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Disdagkop-UKM) Kota Kotamobagu, di tengah pandemi Covid-19 mendorong semua Koperasi di Kotamobagu untuk segera memiliki sertifikat Nomor Induk Koperasi (NIK).
Sertifikat NIK berfungsi untuk memberikan kepastian eksistensi koperasi secara sah sebagai badan hukum.
Selain itu untuk memastikan koperasi masih aktif secara kelembagaan maupun usaha, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat dan para pihak yang bermitra terhadap koperasi.
Hal ini tertuang dalam pasal 18 ayat 1 Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia, nomor 10 tahun 2016.
Menurut Kepala Bidang (Kabid) Koperasi Disdagkop-UKM Kotamobagu Meiva Nayoan, NIK adalah bukti bahwa koperasi itu aktif, keberadaan NIK ini penting untuk penertiban dan kemudahan pelayanan administrasi badan hukum koperasi, serta terdaftar secara nasional.
“Sebelumnya, koperasi di Kotamobagu yang memiliki NIK hanya koperasi Credit Union Mototabian (CUM). Kemudian kami melakukan upaya pelatihan kepada para koperasi di Kotamobagu untuk dapat segera memiliki NIK. Dan sekarang, dari 33 koperasi yang ada di Kotamobagu, semuanya sudah memiliki NIK,” kata Meiva.
Kata Meiva, saat ini pihaknya sementara menginput data dari koperasi untuk dikirim ke Kementerian.
“Sertifikat NIK belum ada, karena saat ini masih dalam pengisian format, sertifikat NIK akan diterbitkan langsung oleh Kementerian, sesuai data yang telah diinput,” ujarnya.
Disdagkop-UKM Kotamobagu juga mencatat, sampai hari ini baru beberapa koperasi yang sudah mengisi format dan datanya sudah diinput.
“Kami terus mengupayakan agar semua koperasi sudah memasukkan data dan akan segera diinput, sebenarnya kalau tidak pandemi Covid-19, kami dari Bidang Koperasi bersama tim akan turun langsung menemui masing-masing koperasi, tetapi karena pandemi maka saat ini data kami tunggu di kantor,” katanya. (don)

Tinggalkan Balasan